Saturday, August 3, 2019

Kenapa MCR Tidak Seharusnya Comeback

Image result for MCR
  My Chemical Romance atau sering disingkat MCR adalah band emo yang dulu sempat merajai industri musik, tetapi band ini bubar pada tahun 2013. Dan tahun ini ada isu yang mengatakan kalau MCR akan reunite. Banyak fans yang berharap kalau hal ini terjadi, tetapi pada akhirnya isu itu hanya sebatas isu belaka. Banyak fans yang dikecewakan karena permasalahan ini, tetapi saya berpikir sebaliknya. Saya sedikit senang dengan isu kembalinya MCR karena saya lahir sedikit terlambat. Tetapi disisi lain, saya sedikit takut dengan kembalinya mereka. Menurut saya mereka tidak seharusnya kembali dengan album, EP, single atau apapun itu, karena ketakutan saya kalau mereka akan kembali dengan lagu yang jika dibandingkan dengan karya mereka sebelumnya bisa dikatakan buruk. Saya hanya takut mereka akan merusak citra mereka sebagai MCR yang merilis karya-kaya yang masterpiece. Seperti halnya serial TV Breaking Bad yang katanya tidak akan dilanjut lagi, meskipun banyak sekali fans yang meminta agar serial tersebut dilanjutkan. Dengan cara ini Masterpiece yang sudah dirilis tidak akan pernah rusak. Dan mari kita akui kalau album Danger Days dan Conventional Weapon tidak seberapa jika dibandingkan dengan Three Cheers for Sweet Revenge dan Welcome To The Black Parade. Inilah alasan saya tidak ingin MCR kembali. Ini hanya sebatas opini saja.

OST Naruto Adalah OST Anime Terbaik

Image result for Naruto word

  Masih ada ya yang belum pernah dengar Naruto? Anime ini adalah salah satu Anime paling populer dan sayagnya sudah selesai (jangan bicara soal Boruto). Tapi saya pengen bahas tentang OST Naruto. Menurut saya OST Naruto adalah OST Anime terbaik karena mereka punya feeling dalam setiap track-nya terutama OST yang sedih. OST favorit saya adalah Student and Teacher Affection yang dikompos oleh Toshiro Matsuda. Banyak lagi OST Naruto yang benar-benar keren seperti The Rain Stops, Sadness and Sorrow, Samidarae, Akatsuki, Naruto Theme Departure to The Front Lines dan masih banyak  lagi. Menurut saya pribadi jika OST diatas didengar oleh orang yang tidak menonton Naruto saya yakin kalau mereka akan menyukai OST diatas.

  Sebagai orang yang terbilang sering menghabiskan waktunya menonton, saya tau betapa pentingnya OST atau BGM itu bagi penonton, karena dengan OST yang kurang tepat membuat penonton kurang bisa merasakan hal yang sama yang dirasakan oleh karakter yang mereka lihat. OST dapat membantu cerita dalam membangun karakter maupun feeling, dan Anime dengan OST terbaik adalah Naruto. Melalui OST yang saya paparkan diatas, kita bisa merasakan kesedihan, kemarahan, kelucuan dan bahkan ke-epic-an dari Naruto(maksud saya animenya, bukan karakternya). Dan sejauh ini belum ada Anime yang dapat membangun feel seperti itu selain Naruto.

  

Artis atau Mesin Pencetak Uang?

Artis atau Mesin Pencetak Uang?

  Begitu banyaknya masyarakat yang terjun ke industri musik ditambah lagi dengan adanya kemajuan teknologi pada zaman sekarang membuat banyaknya jenis pekrjaan baru yang berhubungan dengan industri musik, seperti ghostwriter, producer, coregrapher, dan lain-lain. Hal ini memberi dampak positif dan membawa dampak negatif. Tapi saya akan lebih terfokus kepada dampak negatif yaitu kemunduran kualitas artis itu sendiri. Mari kita ambil satu contoh. Cardi B.Image result for cardi b Sumber: Google Image
  Ia tidak memproduksi beatnya, tidak menulis lagunya, tetapi ia dikatakan "bertalenta". Bertalenta darimana? Ia hanya sekedar beruntung. Ia tidak memiliki kontribusi apapun dalam pembuatan lagu. Ia hanya menyayikannya. Saya mengatakan ini karena menurut saya artis adalah seseorang yang "membuat" art atau seni. Apakah Monalisa karya Leonardo da Vinci dianggap hebat jika ternyata ia hanya meniru karya orang lain? Apakah Affandi dianggap seorang artis berbakat apabila ia hanya menjiplak karya orang lain? Hal ini berlaku kepada semua astis yang hampir tidak memiliki kontribusi dalam pembuatan lagunya. Menurut saya mereka bukanlah artis tetapi hanya sebuah mesin pencetak uang yang dikendalikan oleh label. Hal ini menurut saya juga berlaku kepada K-pop mainstream. Banyak dari mereka tidak membuat lirik, beat, bahkan korefrafinya saja tidak. Saya tidak mengatakan semua artis K-pop bukanlah artis. Tapi banyak dari mereka yang seperti itu.